Tampilkan postingan dengan label boys toys. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boys toys. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

catatan#3 : boys will (always) be boys..

Sore gans, jumpa lagi di postingan acak adul khas blog ecek-ecek ini. Mumpung sang penulis lagi galau liburan ini jadi mudik atau ndak, makanya kali ini ane mau ngebahas yang enteng-enteng aja seputar salah satu hobi ane selain jadi motorcycle enthusiast (sok-sok an pake bahasa enggres biar dikira keren, padahal bau ngeh artinya dari buka gugel translet :hammer)

Oke intro dulu, selama ini pernah gak agans terutama para ladies kenal dekat dengan pria dewasa misalnya suami, bapak, kakak (sodara beneran), kakak (dalam konteks hubungan absurd kakak-adekan), pacar, temen ato bahkan opa-opa yang hobi gumpulin suatu benda yang kadang sampe bikin agans mikir  "udah gede kok masih main gituan?"  atau "cuma barang kayak gitu kok mahal bener?" . Yup, itulah mainan para pria dengan segala wujud dan nilainya. Dari tumpukan kartu gambreng nan murah meriah sampe deretan miniatur langka yang total harganya bisa buat beli sebuah negara kecil pecahan Zimbabwe (oke kenapa sampe kepikiran Zimbabwe segala, ane juga gak ngerti..intinya muahal buanget dah).

Ane sendiri, yang sejak tahun 90an udah terkontaminasi dengan tontonan macam Ksatria Baja Hitam, Jiban, Power Rangers sampe kartun seperti Digimon, juga punya hobi ngumpulin benda-benda yang berkaitan dengan idola masa kecil ane tersebut.

henshin!! Kamen Rider Black RX!!!.. pic :Google


Saking demennya ma tokoh-tokoh fiksi diatas, dulu tiap diajak ortu ke pusat perbelanjaan ane pasti selalu merengek-rengek minta dibeliin action figure alias robot-robotan kayak gini :
"kalo ndak dibeliin aku ndak mau pulangggg.."(Gulit, 5 tahun, maniak robot garis keras)  pic :Google

Atau "tamiya" alias mini 4WD rakitan model ginian:
"bersatu dengan angin, larilah mimpi-mimpi ku" -OST Let's n GO, pic :Google
Dari begitu banyak inceran yang ane minta tentu gak semua dituruti ortu sehingga ane versi bocah kadang sampe nangis kejer dan akhirnya cuma bisa ngarep suatu saat punya duit banyak trus ngeborong semua mainan yang ane pengen itu. Hingga sampe jaman SMP-SMA, ane dah mulai bisa nyisihin uang jajan dikit-dikit buat beli beberapa action figure murahan di mal atau bahkan hunting di pasar tempat kulakan pedagang mainan.

action figure Digimon KW sekian, hasil sebulan tiap istirahat cuma jajan kripik bayam, pic :Google
Hingga sekarang saat ane udah bekerja, kegemaran terhadap mainan terutama action figure dan model kit, walau sudah jauh berkurang karena terdistorsi padatnya rutinitas dan beratnya beban hidup (lebay) namun belum sepenuhnya luntur. Hal ini mungkin karena selain ane terkadang masih ngikutin beberapa serial tokusatsu, sentai dan anime, ane juga sering nyempetin browsing seri mainan terbaru via yutub atau website penjual mainan lokal dan luar negeri. Nah, salah satu kelemahan ane adalah kalo udah nemu barang yang udah lama dipengen dan susah dicari,  biasanya gampang khilaf dan kalap...kayak terakhir pas maen ke Bandung kemaren, antara sadar dan tidak, tiba-tiba pas pulang ane dah bawa ginian aja..

'79 Honda CB750F custom tuned, jap style rules!!
Mungkin buat sebagian orang harganya murah-murah aja sih, tapi buat mahasiswa kere seperti ane, konsekuensi dari beli barang kayak gini berarti kudu nrimo ngirit makan nasi bungkus dengan menu seadanya untuk beberapa hari kedepan (curhat abis), tapi totally worthed it kok, namanya juga hobi, muehuehue (dibalik senyum pembenaran ini ada "sakitnya tuh disini" sambil ngelus-elus dompet). Tunggu review ane tentang model kit ini di artikel selanjutnya ya gans!

Sekarang yang jadi pertanyaan, adakah yang salah dengan pria dewasa yang masih bermain dan mengoleksi mainan yang buat sebagian orang sepertinya hanya pantas dilakukan oleh anak-anak? Menurut pandangan ane tidak ada,  "boys will be boys",  lelaki, berapapun usianya, pasti masih mempunyai sisi kekanakan dalam dirinya. Salah satunya ditunjukkan dengan kegemaran mengumpulkan mainan sebagai representasi kenangan masa-masa bermain yang menyenangkan di masa lalu. Mainan disini juga menjadi sarana aktualisasi diri (tetiba ane berasa kayak Maslow aja..) yang menunjukkan bahwa ia telah mampu memenuhi kebutuhan pokok sebagai manusia, dan yang utama, menjadi media untuk sejenak refreshing dari segala problematika "dunia orang dewasa" yang kita tahu terkadang dapat membuat batin seseorang lelah luar biasa.

Akan tetapi, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak pernah baik, termasuk dalam menggeluti hobi ini atau berbagai kegemaran lainnya. Seseorang terkadang dapat terjebak dalam asyiknya "my world" dan "me-time" hingga mengabaikan dan menjauh dari hal-hal lain yang jauh lebih penting seperti keluarga, pekerjaan dan hubungan sosial. Untuk menghindari hal tersebut, seorang pria butuh pengendalian diri yang baik dengan dukungan orang-orang di sekitar terutama dari ladies seperti ibu, istri, kakak, pacar ato adek-adek an yang mengerti kapan memberinya kesempatan kembali "menjadi anak-anak" dan mengingatkanya saat harus kembali ke "dunia nyata" sebagai orang dewasa (sampai disini ane sempet merenung dan narik napas dalam-dalam, ini ane beneran bikin artikel ato kesimpulan paper yak..). Oke lanjut, coba bayangin aja gimana ane gak luluh jika suatu saat nanti diingetin sama nyonyah "mas udahan dong mainan mokitnya, ayo makan dulu" ato ada anak tersayang yang ngajakin "ayah maen bola yuk?" Tentu saja semua mainan-mainan itu akan ane simpan kembali dengan rapi dan segera beranjak menyambut mereka (nulis ini sembari menerawang jauh ke masa depan).

Eniwei, sekian dulu postingan geje kali ini gans, semoga menginspirasi (padahal ente-ente gak jadi mumet abis baca tulisan ini aja ane dah sujud sukur, hehe) pokok e always feel free to comment yah, see you in the next articles!



 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver