Tampilkan postingan dengan label stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stories. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2015

catatan#9 : terimakasih atas "perhatian"nya


Entah kenapa malam ini setelah liat-liat lagi beberapa komentar atas postingan-postingan saya di beberapa media sosial, tiba-tiba saya jadi tergelitik buat nulis sesuatu. Nggak..saya nggak mo nulis klarifikasi, pembelaan diri, pengalihan isu atau semacamnya kok. Saya kan bukan artis, selebtwit ato orang-orang yang merasa paling bener dan berhak nyalahin yang lain dengan cuma bermodal copas link berita-berita gak jelas itu. Isi tulisan absurd ini cuma sekedar bagaimana sebenarnya saya menyikapi komen-komen sampeyan tersebut, huehue

Berdasarkan hasil pengamatan beberapa waktu belakangan, entah kenapa setiap update status, posting foto, link dan sebagainya (baik yang terindikasi galau, absurd maupun yang menurut saya normal saja), hampir selalu ada minimal satu ato dua komen yang ternyata juga memberi "perhatian" lebih ke "status" saya yang lain (uhuk, relationship status, uhuk). Bentuk perhatian dalam komen tersebut juga bermacam-macam jenisnya, ada yang berupa support (baik berupa candaan ato seriusan, susah dibedain) agar saya segera melepas masa lajang hingga yang menyindir dengan telak bahkan sadis (hampir semuanya), mengapa saya tak kunjung mendapat pasangan hidup di usia yang hampir lewat seperempat abad ini. Lalu apa masalahnya dengan semua komen itu Lit? (kata dosen saya menemukan masalah ini soal penting, karena jika tidak ada masalah yang jelas, tidak ada dasar untuk melanjutkan penelitian *halah kok malah nglantur neng skripsi to ndes..)

Jika ditanya apakah sumber masalahnya adalah saya mulai jengah ato muak dengan berbagai komentar tersebut, jawabannya tidak, tidak sama sekali. Alih-alih marah, mencak-mencak ato mutung saat menanggapi candaan yang kadang lumayan sarkas nan menohok itu, saya lebih memilih untuk membalasnya dengan guyon pula (maap kalo kadang balasannya lebih sengak, haha) sekaligus menganggap semua yang sampeyan katakan itu sebagai pengharapan yang tulus sekaligus doa yang mulia agar saya juga lekas berbahagia. Mungkin ini karena pembawaan saya yang memang luwih seneng diguyu timbang dipisuhi alias biarlah saya jadi bahan bercandaan asal kita sama-sama senang daripada menyulut permusuhan, Jadi apapun bentuk komentar sampeyan di social media saya, selama tidak menyinggung hal-hal prinsipil dan SARA niscaya saya ndak akan muntab dan ngajak gelut kok, heheh.

Back to topic, buat selama ini penasaran bagaimana progress yang saya lakukan (agar sampeyan ndak terus-terusan dengan teganya ngatain saya jombs lagi), biarlah segenap ikhtiar serta upaya memperbaiki dan memantaskan diri ini hanya saya sendiri dan Dia yang tahu. Trus soal cepat atau lambatnya hari bahagia itu tiba juga biarlah Dia yang menentukan. Karena saya percaya, pernikahan bukanlah balapan dimana setiap orang harus melewati lintasan yang sama dengan sesegera mungkin untuk mencapai garis finish berupa kebahagiaan, Tetapi lebih mirip touring : kita dapat memilih rute dan lamanya waktu tempuh untuk lebih menikmati perjalanan tanpa mengabaikan tujuan (tsahhh).

Akhirnya, terlepas dari pemahaman saya yang dangkal atas maksud dan tujuan komen-komen sampeyan, saya ucapkan makasih banyak lo buat “perhatian”nya selama ini, mohon doanya saja supaya semua yang baik-baik dilancarkan, salam baper!! (tiba-tiba berasa kayak motivator galau). Demikian sedikit tulisan (yang sangat berbau curcol ini) dari saya.

Sekian dan terima kekasih #eh

Kamis, 08 Januari 2015

catatan#6 : 2014 : year of turbulence

Eureka!!! (gak tau artinya, cuma nyoba salam pembuka yang antimainstream aja, hahah), jumpa lagi gans di blog ecek-ecek (yang mulai berdebu dan dipenuhi sarang laba-laba di sana-sini kayak hati an..ah sudahlah) sekaligus menandai tulisan absurd pertama ane di tahun masehi ke-2015 ini. Sempet bingung mau nulis apaan, akhirnya ane memutuskan untuk berbagi unek-unek dan pemikiran (bilang aja mau curcol) seputar apa saja yang ane alami dalam perjalanan mengarungi tahun 2014 kemaren, ya bisa dibilang semacam refleksi gitu (bukan, ini bukan tentang pijet yang bikin enak itu..#lho) oke, siap-siap baca curhatan ane yak!!
Kenapa buat ane tahun 2014 adalah tahun yang penuh turbulensi? bukan karena ikut latah dengan gencarnya pemberitaan seputar jatuhnya QZ8501 (innalilahi wa inna ilaihi rojiun, turut berduka sedalam-dalamnya, semoga para korban segera ditemukan, amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi banyak kesabaran dan ketabahan, amin ya rabbal alamin)

mari tetap berdoa dan berharap yang terbaik. source : tumblr
tetapi menurut ane memang di tahun ini banyak terjadi momen dramatis yang terjadi dalam hidup dan sekeliling ane.
Mulai dari sempet galau berat di awal tahun karena berpisah dengan beberapa sahabat baik dan rekan kerja (yang udah kayak saudara) karna pindah tugas maupun sebab lain, terpaksa menjauh dari beberapa teman yang sempat dekat karna berbagai alasan, jengah luar biasa terhadap hingar-bingar politik dan pemberitaan media yang makin kesini makin tak beradab, hingga merasakan jenuh yang sempat memuncak atas rutinitas kerja dan keseharian di rantau yang sepertinya itu-itu saja.
Tapi seperti terbangnya pesawat yang tidak hanya dihiasi cuaca buruk dan pekatnya awan ,tapi juga menyajikan pemandangan indah langit yang terbentang luas, perjalanan ane di 2014 juga diwarnai buanyakk momen penuh berkah sepertidapat amanah untuk melanjutkan pendidikan di almamater tercinta setelah 3x percobaan dalam 3 tahun terakhir, sering ikut ngumpul jalan-jalan dan bakar-bakar (korbannya pos polisi kayak di berita-berita ya, tapi mayat ayam dan sebangsanya) bareng teman kantor, pengalaman luar biasa bisa touring Bima-Solo naek siFU (eks) kesayangan hingga bertemu suasana baru, orang-orang baru di tempat baru (setelah 3,5 tahunan terbiasa dengan view perbukitan gersang, pantai nan tenang, dan gerombolan ternak sepanjang mata memandang) Alhamdulillah...

Last, yang sebenernya ingin ane sampaikan dari curhatan ngalor-ngidul diatas adalah mungkin kita tidak perlu terlalu heboh atau memaksakan diri membuat resolusi atau semacamnya dalam menyongsong setiap pegantian tahun. Mengutip kata kawan ane " biar ngalir ajaa, apa yang di depan mata, yang dikejar dulu". Bukannya mau sok bijak ato gimana, ane cuma bilang kalo kita boleh punya target yang keren dalam hidup, tetapi masterplan-Nya mutlak terjadi dan jauhhh lebih indah, jadi layaknya perjalanan naik pesawat, nikmati saja setiap turbulensi dan pemandangan indah yang kapan saja bisa terjadi dalam perjalanan hidup ini, hehew
Oke dah dulu gans, otak en tangan ane kayaknya masih dalam pengaruh halusinasi liburan kemaren, susah buat mikir en nulis berat-berat, hahah..pokok e ditunggu komennya, see you soon!!

Sabtu, 06 Desember 2014

catatan#2 : saya dan motor

As a blogger wannabe (yang ngakunya) membahas tentang dunia otomotif khusunya roda dua, ndak afdol rasanya kalo ndak menceritakan sepak terjang ane di dunia perodaduaan (kaya film silat aja..) dari awal belajar nyetarter motor sampe sekarang bisa wheelie and stoppie sambil merem (oke ini boong).

Oke, singkat kisah pada jaman dahulu kala (suer ane ga setua yang ente bayangkan kok) ane pertama kali belajar naik motor sekitar kelas 6 SD, berbekal rasa penasaran dan kenekatan yang setipis kulit ari, ane beranikan diri tiap sore secara sembunyi-sembunyi nyoba naik dan jalan-jalan pake motor bebek jadul punya bapak, Honda Supra X 100 tahun 2001 alias si supri, kira-kira kayak gini bentuknya:

source : Google
Banyak pengalaman dan cerita berharga yang ane dapat bersama motor itu, dari mulai nyungsep di sawah pas awal-awal belajar, bolak-balik dimarahin bapak karna nekat naik motor tanpa ijin, bolos sekolah sampe 3 hari dalam seminggu sampe ngambek pake ultimatium bakal ngoprek motor ini abis-abisan gegara gak dibeliin jupie Z yang lagi booming saat itu (ane akuin jaman dulu ane emang Al4y gan..). Motor ini pula yang mendorong ane melirik dunia roda dua dan modifikasi, sampe berbagai tren saat itu ane jabanin kayak dibikin ceper, pasang asesoris murahan sampe airbrush minimalis. Singkat cerita motor inilah yang menjadi saksi berbagai keabsurdan kebandelan ane jaman ABG dulu sekaligus setia mengantar kemana pergi hingga masuk bangku kuliah.

Motor selanjutnya yang membekas di benak adalah Honda Supra X 125 R tahun 2008 yang ane pake selama magang di Jekardah selepas lulus kuliah (selama 3 tahun kuliah ane bolak-balik kampus jalan kaki gan). Motor ini menjadi saksi perjuangan mengarungi derasnya arus mobilitas dan kerasnya aspal ibukota (agak lebay ya..), sampe ane pernah kecelakaan dan hampir gak bisa jalan kaki selama 3 mingguan. Tapi dengan motor ini pula ane tahu seluk-beluk jalanan Jakarta karena tiap sabtu pagi-malam ane sering nyoba rute baru dari Depok, Kota, Ancol sampe Cengkareng.

kira-kira kayak gini, sumber : Google maning




Next, magang kelar dan ane harus menerima kenyataan pindah tugas ke sebuah kota di Nusa Tenggara Barat, meninggalkan sejuta mimpi dan kenangan indah di lubuk harapan (tsahhhh), di kota kecil ini untungnya ane gak kehilangan passion tentang dunia permotoran. Alhamdulilah setelah menabung berbulan-bulan plus menguras tabungan hingga hanya tersisa 200 ribuan, akhirnya ane mampu membeli sendiri sebuah motor baru yang (katanya) identik dengan ban cacing dan cabe-cabean, apalagi kalau bukan..

kali ini sumber bukan Google, tapi kamera hape gan


Yupp, sebuah Suzuki Satria FU 150 tahun 2011 (panggilan sayangnya siFU) yang ane peroleh dengan derasnya keringat (didukung faktor cuaca kota yang super panas) dan lantunan doa yang akhirnya diijabah Yang Maha Kuasa (ehemm). Motor ini mungkin kendaraan paling berkesan yang pernah ane tunggangin, trus paling disayang karna ngerasain gimana susahnya nyari duit di perantauan nan jauh dari orang-orang tercinta. Motor ini pula yang gak pernah rewel waktu ane paksa menjelajah barisan bukit dan jajaran pantai nan indah di bumi Lombok dan Sumbawa. Setelah hampir 3 tahun setia menemani, ane dapat amanah buat menuntut ilmu lagi di Tangerang Selatan, so motor ini ane bawa pulang (beneran ane tunggangin sendiri dari Bima-Solo, kapan-kapan ane ceritain dah) dan dibalik nama ke plat daerah asal. Sampai sebelum berangkat kuliah, karna suatu sebab motor kesayangan ini harus dilepas walau ane beneran masih sayang..(edisi gagal move on). Akhirnya sebagai pengganti siFU akhirnya ane memilih....jrenggg..jrenggg..jrenggg..

Eh ntar aja dah ane ceritain, dah capek kebanyakan nulis, ini sabtu malem pula, silakan kalo mau kasih komeng, saran atau masukan buat tulisan kedua yang geje dan bertele-tele ini gan, surely i will appreciate it,

At last, ane mo off dulu gan biar dikira gak JOMB....ah sudahlah..

Jumat, 05 Desember 2014

catatan#1 : akhirnya (berani) ngeblog juga!!!

Setelah sekian lama menjadi silent reader di beberapa blog otomotif dan travelling papan atas, akhirnya ane memberanikan diri (dikata mau ngelamar anak gadis orang #ehbukanding) buat bikin blog sendiri, blog yang nantinya akan menjadi tempat ane berkisah dan berkeluh kesah (uopo!!) tentang pemikiran dan pengalaman ane tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia otomotif khususnya roda dua dan road trip (jalan-jalan pake motor bahasa gampang e, ribet bener dah..)

So walaupun tulisan dan tampilan blog ini bakalan cupu abis, tetep tungguin post-post selanjutnya ya gans, pokok e feel free to comment, critic and advise on this simply humble blog,

Akhir kata (kayak pidato aja) mengutip satu peribahasa yang dengan songongnya saya gubah sendiri : "LIFE IS A JOURNEY SO ENJOY THE ROAD TRIP", selamat menikmati catatanring17jarijari!!
 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver